Escape Room, where no one should escape

Hari ini hari senin kebetulan saya bisa escape dari pekerjaan dan nonton film ini sendirian. Escape Room sendiri semacam wahana yang cukup terkenal dimana-mana. Saya pernah liat di Pondok Indah Mall Jakarta, dan di Samasta di bali. Dimana kita bisa datang rame-rame trus masuk ke ruangan2 dan memecahkan teka-teki untuk bisa keluar. So… I have to pay to order stuck and have to thinking? No thank you… mending duitnya buat makan dan traktir mantan. Wosaaahhhh!

Mini synopsis :

Sekelompok orang tak saling kenal mendapatkan undangan untuk memenangkan hadiah $10,000 dolar untuk memainkan games Escape Room. Mungkin kalau dirupiahkan bisa lebih dari 80juta, jadi mereka iya iya aja. Tanpa instruksi permainan dimulai, 6 orang yg terdiri pelajar pandai, trader sukses, mantan tentara, penjaga toko, dan bapak2 tua. I know! Random right. Tapi ternyata mereka punya kesamaan yang membuat mereka terkurung di dalam labirin yang mematikan. BUAHAHAHAHAHA (tertawa villain)

Pretty Damn Good.

Filmnya langsung tegang di awal dan memberikan gambaran gimana susahnya memecahkan teka-teki di Escape Room, dan langsung jatuh 1 korban. Mundur 3 hari sebelumnya dan ruangan demi ruangan penuh misteri yang ternyata kuncinya tidak hanya oleh benda-benda di sekitar, tapi jawabannya ada di masa lalu pesertanya. Twisted! But unfortunately…

NO NEED PARENTAL ADVISORY !

Yang artinya saya dan kamu tidak akan melihat darah setetespun. Yes! Guys! No blood spill at all. Semacam film the SAW versi untuk anak-anak gitu. Kematian seperti tulang remuk, gosong terbakar, mati beku macam di film Final Destination nggak bakalan ada. Good news nya… kamu bisa bawa anak-anak, adek-adek, ponakan dan sekeluarga nonton film ini. Jauh lebih aman dari film indonesia Setan Pocong Keramas Ngesot. Ribet banget tuh setan.

But I love the Escape Room.

Bar tua yang jungkir balik adalah highlight saya, the best Escape Room. Dari ruangan paling awal saya sudah suka dengan production design nya, walaupun saya sudah nebak solusi di riddle satu (ehem! Batuk!). Fictional room ini tampak cukup mematikan dan urgensi memecahkan teka-teki menjadikan saya cukup gemes. Cukup gemes sampe gak peduli ama dua bocah pacaran pulang sekolah bau matahari di sebelah.

Love the ending.

Walaupun menurut saya film ini cukup banyak dibuat penjelasan biar penonton ngerti, yang sebenernya gak perlu2 banget (we are smart you know! Kita minum Tolak Angin). Tapi closure nya cukup gila sih menurut gw. (Still no blood).

Overall is quite entertaining, walaupun tidak se-entertaining orang gergaji kaki biar bisa Escape. So twisted!!! 7,5 out of 10* #ShortReview

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s