Seandainya Rumah Tangga semudah Milly & Mamet

Saya buka dulu dengan pertanyaan :

Jika orang nggak tau film Ada Apa Dengan Cinta, apakah bisa menikmati film ini?

Short Review :

Dipertemukan di reuni SMA 10 tahun kemudian, Milly & Mamet menghabiskan malam bersama di pinggir jalan setelah insiden mobil tua Mamet mogok. Singkat cerita mereka menikah dan memiliki satu bayi bernama Sakti. Kesuksesan Mamet membuka restoran dan kembalinya Milly bekerja di pabrik konveksi milik ayahnya ternyata membuat rumah tangga mereka tidak lagi harmonis, lantas siapa yang akan berkorban ? Atau pilihan mana yang diambil antara Keluarga dan Karir.

(Bukan) Ada Apa Dengan Cinta

Siapa yang lupa dengan Milly, gadis lagu yang mencuri perhatian di film AADC yang lebih dari 10 tahun lalu rilis dan menjadi salah satu film paling penting di indonesia. Biar gak lupa, berikut fotonya :

Gara-gara Milly, bocah2 sma di jaman saya jadi terobsesi mencari pacar lugu dan imut sebagai pengganti pacar2 kami yang pintar dan suka mengatur. Walaupun dengan absen nya si Alya, tidak mengurangi euphoria melihat geng cinta di film ini walau beberapa menit. Sebelum lanjut… pingin sharing foto mereka sekali lagi di jaman sma ah….

Apakah anda sudah merasa tua sekarang? Mari lanjutkan.

Chemistry Milly & Mamet tidak diragukan lagi, walaupun menurut saya ada pergeseran karakter (atau pengembangan karakter) tidak membuat film ini jadi asing. Mamet sudah tidak Nerd lagi, dan Milly sudah jauh lebih smart dan bijak. Kemunculan Alex dan James yang menjadi akar masalah sedikit kurang “believeable” ditambah kasus Money Laundry.

Kemudian cewe cantik yang duduk di sebelah saya nanya ke cowoknya “Money Laundry itu apaan sih sayang?” Saya jadi gatel pengen denger penjelasan pacarnya. “Oh itu duit hasil bisnis Laundry”… #MametMillyRealLife

Satu Lagi dari Ernest.

Secara tidak sengaja saya mengikuti karir sutradara Ernest Prakasa di dunia perfilman Indonesia. Sejak Ngenest yang diangkat dari bukunya, menurut saya film nya terlalu banyak yang ingin diceritakan. Film nya sangat personal dan cukup susah menjadi “relatable”, dan kemudian “Cek Toko Sebelah” yang meraih sukses besar menjadi Box Office Indonesia disusul dengan film “Susah Sinyal” yang membuat Ernest menjadi hit-maker di Indonesia. Kemampuannya mengolah cerita, jeli melihat budaya, dan basic nya sebagai Comedian menjadikan filmnya semakin bagus dan mudah diterima. Secara pribadi menurut saya film ini adalah film paling bagus buatan Ernest.

Keroyokan yang berhasil!

Walaupun Kemunculan Surya Saputra dan Eva Celia hanya tempelan yang tidak akan merubah cerita jika mereka menghilang, tapi pemeran pembantu yang terkesan remeh-temeh malah jadi bumbu sedap komedi sepanjang film. Semua komedian yang ber-cameo berhasil tampil dan melakukan tugasnya masing-masing dengan sangat baik. Kembali ke pertanyaan tadi… apakah orang bisa menikmati film ini tanpa tahu AADC. Jawabannya. .. Banget! Saya gak berhenti ketawa sepanjang film. Love !

8,5 out of 10* #ShortReview #FilmIndonesia

Seandainya Rumah Tangga semudah Milly & Mamet.

One Comment Add yours

  1. anakayammmm says:

    Gue belum nonton sih

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s