He showered bullets, literally.

Deadpool 2

Directed by David Leitch

Ditengah meeting leaders di kantor, Pak GM berinisiatif nraktir beberapa temen kantor buat nobar film sekitar 3 minggu yang lalu. Voilà! Satu bioskop di booking dan diisi oleh orang kantor tadi malam. Guest what?! Kita nonton film Deadpool 2, AWESOME!!! Rejeki Ramadhan namanya.

Short Review :

Wade aka Deadpool (Ryan Renolds) merasa kehilangan arah dan memutuskan bunuh diri, bukannya mati malah mendapatkan wangsit untuk menolong seorang anak 14 tahun yang merupakan mutant mematikan bernama Fire fist. Misi menolong mutant kecil ini dijegal oleh kehadiran Cable (Josh Brolin) yang datang dari masa depan untuk membunuh si anak. Recrutement besar2an dilakukan untuk membentuk tim superhero demi mengimbangi musuh dalam misi penyelamatan; Domino, Zeitgeist, Vanish, dan Peter. Who’s péter? Dan kemunculan mutant lain membuat situasi semakin tidak mudah.

Dead (fuckin) Pool

Sekali lagi saya ingatkan film ini rated R, alias khusus dewasa karena berisi sumpah serapah, pembunuhan keji, dan sexual content. Jadilah orang tua bijak sodara2. Nggak perlu lama, film ini tanpa ragu memulai aksi deadpool dengan membantai berbagai geng mafia di berbagai kota (dan negara). Bloods everywhere! Gore yang memanjakan mata dan aksi samurai yang sama sekali tidak mengecewakan saya. CGI alus, darahnya segar, peluru pistolnya berhamburan. Yes!!!

Laugh Out Laud

Komedinya ditulis sangat “kampret”, team penulisnya sakit jiwa! Dari jokes receh tentang olok2 DC universe, jokes slapstick “Jail Wallet” dan lip balm, sampai Bromance sepanjang film yang kocak mampus. I laughed the whole movie. Gosh! I love it. Deadpool ini punya fanbase yg punya selera humor agak aneh sih memang, para pecinta “Toaster” pasti enjoy setiap dialognya, buat kamu yg sangat beradat “timur” ya mungkin kurang nyaman.

LISTEN DA MUSIC !!!

Besok saya sudah pasti akan download semua musiknya! Well maybe not the Celine Dion. Bagaimanapun opening scene ala James Bond dengan soundtrack utamanya bener2 pointless tapi sangat menghibur. Parody yang harus saya katakan BERHASIL. Jangan lupa browse Dubsmash ! Hahahaha. Sepertiga akhir film nya ditutup dengan aksi dengan musik Rap dan Hip-hop yang ternyata jadi keren banget mixingnya. Salut! Bahkan pilihan lagu bisa jadi jokes yang saya nggak akan ngira. Buat yg bukan anak 90an mohon maaf ya.

OVERALL 9 out of 10* !!! I freekin Love this family movie.

P.S. Saya suka banget poster film parody Flashdance ini dari banyak parody lain yg gak kalah kocak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s