25 Hari dengan listrik 20 ribu. BISA.

How Cheap is too cheap?
Saya selalu punya games yang selalu mainkan dalam rangka membuktikan bahwa saya salah. Aktifitas otak ini gak kalah serunya dengan Pokemon Go dimana saya tidak berburu monster unyu-unyu, tapi saya berburu cara atau metode paling unyu untuk keluar duit se-sedikit mungkin. Tujuannya sama, agar saya lebih bijak membuang rupiah.

Beberapa pencapaian saya antara lain, saya pernah bertahan hanya dengan 500.000 selama 1 bulan untuk kebutuhan makan sehari-hari. I tell you later, how? Dan kali ini saya bermain-main dengan rekening listrik. Sejarah saya dengan listrik cukup mengerikan. Pengeluaran terakhir saya tahun lalu di Jakarta menembus 800.000 selama sebulan untuk menghidupi listrik di apartemen 2 kamar yang cukup kecil. Tinggal di sebuah kost 1 kamar dengan 1 AC dan 1 TV cukup menghabiskan listrik hingga 300.000 rupiah.

Energy Saving.
Saya mengisi listrik prabayar dengan 20.000 ribu dan saya penasaran berapa lama saya akan bertahan dengan pulsa seharga nasi padang dengan lauk rendang. Saya isi listrik di tanggal 28 Desember 2017 dan 25 hari kemudian, tepatnya 21 Januari 2018 listrik berbunyi tanda minta isi lagi. masih tersisa sekitar 500 daya dan baru saya isikan 200.000 rupiah.

20.000 rupiah untuk 25 hari? Possible.
Saya mencoba mengatur penggunaan energi sehemat mungkin dengan rules berikut:
1. Kalau saya mainan HP, TV mati sama sekali.
2. Tidak ada satupun lampu menyala saat saya tidur kecuali lampu teras.
3. Hanya menggunakan lampu kamar mandi dan dapur tidak lebih dari 30 menit.

Jadi bisa dibilang selama 25 hari saya hanya menggunakan 1 tv, 4 lampu. Saya bahkan menghitung bahwa saya hanya menghabiskan 800-900 rupiah per hari. And then what’s the catch?

SAVE ENERGY SAVE MORE MONEY.

Jika bulan lalu saya menghabiskan 300ribu artinya saya mampu menghemat hingga 260.000, itu artinya 8 tiket nonton atau 13 kali makan nasi padang lauk rendang, bahkan setara dengan bensin motor sampai 2 bulan lamanya. Dengan sedikit berhemat membuat saya masih bisa menikmati ngopi seminggu sekali, nonton di bioskop setiap weekend, sesekali makan di restaurant favorite, dan pergi ke spa sesekali. Berhemat bukan berarti mengorbankan lifestyle dan bermiskin-miskin ria, ini mengajarkan ke diri sendiri bahwa Orang pintar tidak cuma minum tolak angin, tapi juga hemat energi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s