It’s positive #GoSugarless

Masih duduk di ruang tunggu rumah sakit, padahal sudah 15 menitan yang lalu saya keluar dari ruang dokter internist Dr. Surya. Ketakutan saya kali ini benar-benar terjadi, persis kata dokter yang presisi berkata “Melihat hasil test darah, dek Sofi memang sudah diabetes, test 3 bulan terakhir juga tidak baik”.

Mulai dari menyalahkan kebiasaan diri, menyalahkan teh botol, sampai sempat menyalahkan Ibu yang hidup dengan diabetes bertahun-tahun dan disebut dokter kemungkinan DNA. Tapi perasaan menyalahkan diri hanya kecil sekali, sisanya dada saya berisi perasaan hampa bingung mau diisi apa. Seperti saya sudah mengira tapi tetap berharap, mau sedih sudah tidak bisa karena saya harus buru-buru menyemangati diri sendiri. I don’t have anyone to lean at the moment.

Berawal dari 2 hari lalu temen kantor ingin test darah karena kebiasaanya makan coklat setiap hari, badannya sih ideal ideal saja dibandingkan dengan saya 86kg dengan tinggi 167cm. Kamipun berpuasa sejak semalam dan 10 jam kemudian kami mendatangi klinik di hotel untuk meminta test darah. Jarum di jari, setitik darah seketika memberikan hasil. Muncul angka 131 di alat deteksi mini setelah ada darah teman saya. Cukup normal tapi perlu hati-hati kata mas dokter (yang keliatan memang masih sangat muda). Tiba giliran saya dan muncul angka 381 di layarnya. Saya masih ingat betul muka si dokter dan suster hari itu, kaget yg tidak dapat disembunyikan.

Jika gula normal maksimal 125 maka saya sudah ada di stage bahaya. Sayapun disarankan test kembali dengan keadaan 2 jam setelah makan. Karena terlambat muncul maka saya pergi check darah keesokan harinya.

Kemarin siang…

5 menit sebelum MC haha-hihi, saya duduk di depan meja periksa sekali lagi dan terus berharap alat testing milik dokter rusak or something. Berharap tiba-tiba angka dibawah 200 yang muncul di layar digital abu-abu dengan angka hijau menyala. Tidak! Angka yang keluar adalah 389. 11 angka menuju 400. Sebuah surat dokter diberikan untuk segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni. Saya pilih rumah sakit terdekat dari kantor.

Pagi ini…

Jam 9 tepat saya mengantri test darah kembali, rumah sakit cukup tenang dan saya sudah bisa kembali ke kantor segera 30 menit kemudian. Kali ini darah dari lengan dalam saya yang diambil. Jarum suntik dingin ini terhitung cukup kecil dibandingkan jarum donor yang biasa saya temui.

Siang tadi…

Keluar dari kantor dengan ijin atasan untuk kembali ke rumah sakit dan melakukan serangkaian test darah kembali. Jari telunjuk kiri lebih mudah saat saya menolak berebah. Dan saya tinggal menunggu hasil.

It’s written in Red…

30 menit tadi saya duduk sendiri di depan dokter tanpa moral support dan bayangan ibu saya saat menderita karena penyakit gula terus mengambang diatas kepala saya. Ibu saya tidak mampu lagi berjalan karena luka di kakinya, beranjak komplikasi jantung sampai kehilangan pendengarannya sepanjang sisa hidupnya.

Setiap kali saya teringat beliau, saya sedih luar biasa.

Betapa sepi hidupnya.

Here I am. Positive.

Mungkin saya akan menulis lagi nanti. Sekarang saya berupaya menerima dulu.

2 Comments Add yours

  1. Draculie says:

    Semangat Soff…stay positive 😀

    Liked by 1 person

    1. sofian hadi says:

      I eat better and exercise now. thanks gal.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s