Geostorm and the poster is a different movie.

Geostorm (2017)

Directed by Dean Devlin

Penting banget poster nya?

Yes it is. Poster adalah wajah sebuah film paling luar yang kadang membawa pesan sebuah film bagus atau tidak, menggiurkan untuk ditonton atau tidak, atau sesimple… dibuat secara profesional atau tidak. Keputusan split seconds bisa dipengaruhi hanya dari sebuah Poster, itulah kenapa ada penghargaan desain khusus Movie Poster. Geostorm contohnya, punya teaser poster yang sangat menjanjikan, disusul dengan Poster resmi tokoh utama (nggak mirip Gérard Butler sih) menggendong gadis kecil ditengah badai, yang tidak ada sama sekali di film. I did expect this scene and nope! Nothing.

Mini synopsis :

Setelah meningkatnya serangkaian bencana yang menimpa bumi disebabkan oleh cuaca ekstrem, seluruh kepala negara berkumpul dan mendukung dibuatnya project “Dutch Boy” yang berhasil memanipulasi cuaca dibuat oleh ilmuwan Jake Lawson (Gérald Butler). Sebuah konspirasi untuk mengambil alih kontrol terhadap dunia, sepasang kakak adik diuji untuk menyelamatkan dunia.

Family movie Hollywood style.

Saya penggemar disaster movie karena selalu berhasil memanjakan mata saya dengan special effect yang ajegile. Sebut saja Dante’s Peak di tahun 2000an awal, volcano dan twister di akhir 90an, atau yang spectacular 2012, The ultimate disaster movie. Kali inipun GEOSTORM tidak mengecewakan saya dengan banjir di arab, bencana es di Afganistan, puting beliung di india, hotwave di rusia sampai tsunami dan badai es di Brazil. Film ini ingin mengambil latar belakang ayah dan anak, tapi lebih kental hubungan kakak adik sebenarnya. Sayangnya chemistry yang dibangun kelewat instant untuk saya bisa berempati. Buat kamu yang suka film drama keluarga dibungkus dengan aksi bencana, this is for you. For me? I want something more deadly :-p

7 out of 10* it’s a good disaster movie, but I might not remember this one.

#ShortReview #Movie Junky

2 Comments Add yours

  1. Anna Liwun says:

    Hallo,

    Ulasan menarik. Saya belajar teori poster tetapi tidak mengamati peran poster di film. Seharusnya orang yang buat poster perlu menonton dulu filmnya secara utuh. Iya gak sih?

    Salam,
    Anna

    Like

    1. sofian hadi says:

      Hallo juga,

      thanks sudah mampir. Saya yakin hasil teori poster Anna tidak 100% poster tidak berpengaruh bukan?
      Mungkin karena saya punya background design jadi saya benar2 memperhitungkan poster film dan kadang2 mengambil keputusan menonton sebuah film atau tidak.
      some cases, saya tidak menonton film indonesia sama sekali jika posternya jelek atau dibuat secara amatiran.
      sebaliknya saya menonton film # Nafas Likas, pure karena saya jatuh cinta dengan posternya.

      But again, let’s agree to disagree 🙂

      Salam,

      Sofian

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s