Kintamani & Cofee

Awal Oktober saya dan 2 kawan (couple) memutuskan punya misi mini foto-foto di kintamani. Berangkat dari Denpasar sekitar pukul 2 dan sampai di puncak kintamani sekitar pukul 4. Yes… the view is spectacular. Kami pun check in hotel dan lalu menuruni danau dan berfoto di sana kembali sekitar pukul 6 sore untuk makan malam. Warung kintamani yang kita tandangi diserang pos polisi benar-benar rekomendasi. Lezat dan Murah.

Pukul 7 malam kabut turun, suhu mendingin, dan langit menggelap. Mencari beberapa hal di minimarket dan kami memutuskan mampir di coffee shop yang nampaknya cukup seru interiornya. Jam 7.30 kami parkir mobil dan ternyata Coffee shop nya tutup sebab besok ada opening persis di hari Kopi International 1 Oktober.

Jam 1 siang kami kembali ke tempat yang kami tuju semalam, dan ternyata cukup berbeda di kala siang hari. Parkiran sedikit rumit mengingat sisa jalan dan batas aspal hanya muat 1 mobil. KINTAMANI COFFEE begitu bunyi signage di depan kedai, tapi ada nama BIKE di depan pintu masuk, sedangkan di dalam ada nama BEYONDA Coffee.co jadi saya sedikit bingung apa nama tempat kopi ini, sebut saja Kintamani Coffee ajalah ya.

Keramahan para karyawan ini luar biasa, kedai sudah cukup ramai karena sudah masuk jam makan siang. Karena sedang opening store, kami mendapatkan 20% discount off all coffee, dan free kopi tubruk sepanjang hari ditambah jajanan tradisional yang disuguhkan cuma-cuma. Mimpi apa kita?

Piccolo coffee menjadi pilihan saya (seperti biasa), dan kopi campur soda and ice milik gita dan air-press coffee untuk dimas. Mereka berdua nampaknya lebih faham perkopian ketimbang saya, bisa dibuktikan kopinya pahit tanpa gula, saya? Brown sugar please. I love my piccolo, so smooth, creamy, yet the coffee still strong. Wait… wait… did I tell you the view?

It’s AMAAAAZZIIIIINGGGG ! I wish it’s my backyard.

Pegunungan Batur dan danaunya menjadi background reality mural dibagian belakang kedai. Udaranya yang dingin tidak cuma bikin kopi lebih enak, obrolan juga lebih hangat. It’s impossible not to get romantic here. Ada kursi berderet yang menjamin selfie dan wefie garansi bagus. Tempat ini lebih dari Instagramable tapi juga you-tubeable, facebookable, bahkan mungkin StoryVideoable.

Selain view gunung, ada mural warna warni disebelah tangga menuju tempat ngopi di lantai 2 yang lebih intim. Dengan candela persegi panjang dan kursi landai dan lantai parkit membuat suasana nongkrong lebih “presents”.

Harga kopinya sangat reasonable, ada juga makanan berat untuk breakfast and lunch, cobain ikan mujahir sambal matah yang jadi local delicacy. Cake manis juga banyak pilihan, cheese cake-nya perfection. Oleh2 kopi lokal pilihan juga tersedia dengan opsi yang banyak dan ready grinding langsung siap bungkus bawa pulang.

If you love coffee, this is the place. If you love coffee with view, this is heaven.

Lokasi : jalan raya kintamani menuju arah Singaraja, sebelah kanan jalan sebelum pompa bensin.

Jam buka : 9 pagi – 8 malam

Check out my 1 minute video for the trip.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s