Panggung JAGOan; Tajen Bali.

Persis minggu lalu saya memutuskan pergi ke Pantai Masceti, dimana ada tradisi Tajen atau lebih dikenal dengan Sabung Ayam di sebelah Pura Masceti, daerah Gianyar di jalan Ide Bagus Mantra, hanya satu jam dari kuta. Walaupun masih menjadi pro dan kontra, tradisi Tajen tetap hidup dan lekat dengan kultur semeton (masyarakat) Bali. Bagaimanapun sabung ini berbeda dengan budaya Adu Ayam di beberapa daerah di Indonesia.

Sengaja memakai baju adat Bali lengkap dengan kain batik sarung dan udeng khas, saya bergegas berjalan menuju bangunan yang rupanya sudah riuh suara orang-orang menyaksikan prosesi ini. Dengan tiket masuk dana punia sebesar 30.000 saya datang pukul 10 pagi dan rupanya ruangan persegi ini sudah sesak pengunjung dan dengan ventilasi seadanya. Ruangan berukuran sekitar 20×20 meter berbentuk persegi semacam arena dengan tangga duduk diagonal dan panggung Sabung persis ada di bagian tengah bawah. Penonton semua adalah pria, hanya beberapa wanita yang keliling menjajakan makanan ringan seperti sate lilit, dan minuman dingin sesekali lewat diantara tempat duduk yang ramai penonton. Too much testosteron! I warn you.

Dimulai dengan pemilik petarung yang akan bertanding memamerkan Ayam jagoanya dan orang-orang memilih mana Ayam yang akan memberikan keberuntungan hari ini. Dengan lambaian tangan dan pekikan-pekikan pilihan. Rupanya berjudi menjadi bagian penting dari kultur ini, dan uang kertas berupa 50.000 sampai ratusan ribu beterbangan kesana kemari yang dilempar oleh bandar sabung kepada sesama petaruh. Bagaimanapun tidak semua orang yang datang untuk berjudi, banyak pula yang hanya ingin menyaksikan pertarungan adu Ayam, orang tua dan anak kecil tak terkecuali.

Begitu Ayam petarung dipilih, langsung dipasangkan sebilah pisau kecil yang diikatkan di bawah kaki si Ayam dengan benang merah seperti layaknya sarung tinju, dan direkatkan dengan perban luka dan Ayam dipertemukan dengan lawan. Tampak pemilik memberikan sedikit pijatan baik di kepala atau ekor dan kemudian memprovokasi kemarahan Ayam dengan cara menarik beberapa bulu kepala di depan petarung. Begitu adrenalin memuncak dua ekor ayam pun bertarung apik hingga salah satu terluka atau mati karena bilah pisau. Pertarungan berakhir sangat singkat, setelah satu ronde dengan bunyi Gong, Petarung ini langsung diadu kembali di arena, jika kedua ayam masih mampu berdiri, maka dilakukan “Pruput” ; pertarungan sampai mati dimana kedua Ayam dimasukkan kedalam sebuah kandang dan tidak membiarkan lari hingga salah satu atau keduanya akan mati di Arena. Lawan kalah akan langsung disingkirkan dari panggung, lalu ada Jagal di samping kiri panggung yang siap memotong ayam dan mencabut bulu2nya untuk dibawa pulang kembali si pemilik.

Acara sangat ramai dan berakhir sekitar pukul dua, saya sempat menyaksikan acara ini sampai di sisi panggung terdekat dan sekitar 6 pertarungan hari itu dan dilaksanakan sepanjang 5 hari selama acara upacara Agama berlangsung. Yang saya ingat dari acara ini adalah energi yang luar biasa dari para petarung, pemilik ayam, bandar judi, dan penonton jadi satu prosesi yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Adrenalin-nya gila! Sayapun mendinginkan kepala di Pantai Masceti yang berarus kuat dengan pasirnya yang putih dan ornament patung yang bermacam-macam di sana. #Bali

TIPS :

1. Datang lebih pagi untuk mendapatkan posisi yang tepat untuk menonton.
2. Siapkan air minum atau recehan untuk membeli, karena di dalam ruangan cukup panas.
3. Tisu atau handuk akan sangat membantu.
4. Memakai baju adat Bali ke acara ini memudahkan kamu leluasa berbaur.
5. Ikutan judi atau tidak, none of my business 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s