Warkop DKI datang lagi.

Warkop DKI : Jangkrik Boss (Part 2). – 2017

Directed by Anggy Umbara

Harus diakui bahwa ketenaran Dono Kasino Indro bisa jadi ngalahin tokoh dunia semacam Marlon Brando atau Grace Kelly di Indonesia. Sejak kesuksesan Warkop DKI reborn : Jangkrik Boss part 1 saya adalah salah satu yang nunggu2 banget sekuelnya. Ide membangkitkan trio legendaris ini jelas jadi lahan emas buat keruk duit dari penonton Indonesia yg memang suka humor dan butuh alternatif hiburan kala week-end bersama keluarga. Nggak cuma 1 film, berpotensi jadi ada buanyakkkk. Endless movie series.

Mini synopsis :

Setelah (di film pertama) menghancurkan sebuah galeri lukisan, Dono Kasino dan Indro mendapatkan hukuman membayar semua ganti rugi. Dengan menemukan peta harta karun, trio ini berburu di sebuah pulau berhantu dibantu seorang agen chip cantik dan gadis malaysia yang baru ditemuinya. Belum juga menemukan harta tersembunyi, trio DKI malah bertemu dengan raja yang ingin mengabadikan mereka dan mempertaruhkan nyawa. Berhasil kabur?

Sekuel yang sulit

Semua orang tahu membuat film lucu itu sulit, membuat film sekuel yang lebih lucu jelas mendekati “bunuh diri”. Saya membuktikan bahwa dengan humor “receh” saya masih bisa tertawa lepas di bioskop tanpa harus terdengar smart. Seperti halnya film pertama saya masih kagum dengan penggambaran Dono oleh Abimana, he is my star. Tapi sayangnya kali ini film Jangkrik Boss part 2 jelas kedodoran dan semacam kekurangan materi yang cukup untuk membuat sebuah Sekuel. Membandingkan DKI reborn dengan DKI original jelas cukup kejam, tapi apa mau dikata pasti tidak bisa dihindari.

Kenapa DKI? Kenapa tidak bikin trio baru?

Persis beberapa bulan lalu saya menonton film berjudul “Maju Kena Mundur Kena” dengan formula yang sama, yaitu 3 orang komedian dengan misi penyelamatan sebagai team security. Fail! Harus diakui Dono Kasino Indro punya “magic“-nya, Brand nya sudah jadi dan tinggal di bungkus baru, voilà! Rekor berjatuhan. Sekuel ini cukup saya sayangkan karena terlalu banyak adegan soundtrack karaoke yang super garing dan terkesan cuma killing time aja. Tapi adegan horror yang mengingatkan saya dengan film lama “Setan Kredit” adalah highlight yang penting. Membangunkan legenda film nasional seperti Suzanna, Rhoma Irama, dan Barry Prima juga jadi bagian kesukaan saya. Best part of the movie is… Behind the scene!!! Never fail, tapi bagaimanapun tidak memenuhi ekspektasi saya.

7 out of 10* #ShortReview #MovieJunky

Maju Terus #FilmIndonesia

P.S. Aman buat segala umur, satu2nya belahan yang muncul adalah CGI dan itupun tetek-nya Kasino.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s