La La Land, the city of dreamers

La la Land (2016)

Directed by Damien Chazelle. 

Seminggu sebelum film ini mendapatkan penghargaan film komedi / musikal terbaik di Golden Globe award, sudah banyak temen2 pecinta film yang memuja-muja film ini, bahkan dengan enteng nya diratingnya 5/5* atau 10* dari 10, yang artinya sempurna. Saya bingung. Bagaimanakah film yg sempurna itu? Ternyata didukung pula dengan rating di rotten tomatoes 93% dan 8,8 di IMDB. okey… berarti film ini gak main2, hampir saja saya berniat melewatkan film ini, hanya krn 1 alasan. Musikal.

Mini synopsis :

Seorang aktris cantik yang mencoba peruntunganya di hollywood dengan mengikuti banyak sekali audisi yang terlihat sangat buntu. Namanya Mia (Emma Stone), berambut merah dan mata yang bulat dan memancarkan positivity yang menular. Bertemu seorang pianiste Jazz yang jauh dari kata ramah; Sebastian  (Ryan Gosling) yang harus menemui realita bahwa Satu2nya bertahan adalah mengorbankan cintanya akan pure Jazz. Tanpa rencana, dua pemimpi di hollywood ini jatuh cinta di tengah gemerlapnya Hollywood, Dunia mimpi dan realita; La La Land. 

Instant Classic.

Film ini dibuka dengan flash mob tarian dan nyanyian di tengah kemacetan dan saya pun mencoba tidak beranjak. Dan kemudian musik Jazz (which I love), membuat saya bertahan hingga film habis, bahkan jatuh cinta dengan “city of stars”, soundtrack sederhana yg menggambarkan kesepian dan harapan, persis karakter yang dimainkan effortlessly oleh Ryan Gosling. Jangan ditanya dengan Emma, saya sudah naksir sejak film-nya di Easy A, that big eyes tho! She is amazing. 

Film ini menjadi sangat menarik karena genre ini bisa dibilang sudah punah, terakhir saya nonton film komedi romantis musikal ya film klasik. Film2 keren semacam singing in the rain nya Debbie Reynolds, west side Story,  atau funny girl. La La Land seperti membawa lagi masa masa keemasan film musikal dengan jazz dan tap-dance. Belum lagi gambarnya yg cantik, khas dengan gradasi senja hollywood hill.

Baru menyadari ini film kedua yg saya tonton karya chezelle, persis setahun lalu saya nonton whiplash, film bersetting musik yang gak kalah keren-nya. Akhirnya hollywood punya harapan film2 musikal bagus di masa depan. Can not wait !

Buat para wanita, cukup mudah menikmati film ini, selain karena film ini banyak nyanyi nari, film romantis ini ada ryan Gosling nya. Buat para cowok,  film ini masih bisa dinikmati kok, tapi buat tipe penonton film XXX dan fast and furious, film ini boleh dinikmati skip. Personally? I love the movie. Film ini membuat saya “merasa” sepulang dr bioskop. 

WARNING : Bisa jadi kepalamu berisi soundtrack “city of stars” berhari-hari. 9 out of 10* #ShortReview #MovieJunky #GoldenGlobes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s