The Arrival, why are they here?

The Arrival (2016)
Directed by Denis Villeneuve

Coba sebutkan berapa banyak film tentang invasi Alien yang pernah anda tonton? dan coba sebutkan judul film tersebut? Pasti sebagian besar judul yang anda sebutkan adalah film action antara Alien dan umat manusia. Konon manusia memiliki ketakutan terhadap sesuatu yang “asing”, “aneh”, “alienate”, dan tentunya Hollywood punya cara yang memuaskan rasa penasaran penonton tersebut melalui film-film perang alien yang menakutkan. Dan tentunya Bumi akan menang sekali lagi dengan misil, peluru, semua harus dihancur leburkan untuk memenuhi Ego Manusia. Walaupun makhluk asing ini selalu digambarkan sangat pintar dan jauh mendahului teknologi Bumi.

Tapi jika anda menyebutkan film E.T. milik Spielberg, anda punya masa kecil emas.

Mini synopsis :

Louise (Amy Adams) sebagai ahli linguistik diundang Seorang Kolonel Militer Amerika (Forest Whitaker) untuk bersama memecahkan bahasa Alien dan berkomunikasi dengan mereka. Dibantu Ian (Jeremy Renner) seoarng ahli matematika memecahkan kode dengan keahlian menghitungnya. Setelah kedatangan Pesawat asing yang besar di 12 titik di seluruh dunia menjadikan ancaman terhadap Bumi semakin nyata. Bersama tim elit di seluruh dunia, mereka berusaha memecahkan satu pertanyaan. “Apa yang mereka inginkan datang ke Bumi?” Sampai sebuah kata berarti “senjata” menjadi tuas perang, sebelum misil penghancur pertama di luncurkan sebagai wujud solusi ala Bumi.

Bermeditasi dengan gambar, kontemplasi dengan masa lalu dan masa depan, serta memaknai semiotika bahasa universal yang sangat asing.

Kurang lebih itulah yang saya dapatkan keluar dari bioskop, ada kekecewaan sebentar saat film berakhir, karena tidak ada ledakan yang fantastis ala film Alien kebanyakan. Tidak ada kalah menang, tak ada antagonis dan protagonis. Yes, film ini sedahsyat itu mencoba menyajikan film yang diluar pakem komersil yang sudah di propaganda di kepala kita bertahun-tahun lamanya. Amy Adams berhasil menjadi Hero melalui kedalaman karakter, kesenduan, dan ketenangan yang menghipnotis. Betapa keren-nya jika umat manusia hanya memiliki satu bahasa yang bisa difahami oleh semua orang, dengan teknologi bahasa grafik yang tidak multi-meaning sehingga meminimalisasi gesekan komunikasi, minim noise artinya efisiensi. Belum lagi perbedaan waktu yang melebur antara masa lalu dan masa depan. Kenapa kita terburu-buru mengetahui masa depan juga menjadi pondasi film ini. Lantas jika kita mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, apakah kita punya keberanian untuk menghadapainya? Will we change that?

Ini Bukan film buat kamu yg suka film action, atau film yang “harus ada alasan fantastis” kenapa anda beli tiket. Film ini untuk anda yang mencintai pemaknaan, kontemplasi, dan para junky smart-science fiction. Not to mention the picture, sedapnya… ! Ini bukan tentang Alien yg datang ke Bumi, ini tentang hadiah yang kita miliki setiap hari yang tidak kita sadari. Love the twist.

Kali ini saya sepakat. 9 out of 10* #ShortReview #MovieJunky

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s