Kaffir

​I never use this word because I hate the word.

Akhir2 ini kata kafir digunakan oleh orang untuk melukai perasaan orang lain, sengaja atau tidak. Digunakan untuk merasa superior kepada kelompok lain. Kata yang berasal dari bahasa Arab ini tiba2 populer di Indonesia (nggak tiba2 sih, cuma lagi sering), sedangkan di banyak kamus online, kata ini dipakai untuk orang arab jaman dulu di awal banyak missionaries. Ya! Jaman dulu… jaman Tuhan belum sepopuler sekarang.

Di amerika kata “Kaffir” tidak dipakai orang muslim, tapi oleh warga kulit hitam untuk menunjuk kepada orang kulit hitam lain. Kata ini menjadi terminologi rasis di pergaulan tanpa melihat background agama lagi. Kata ini dikenal dengan the “K” word, saking rasisnya. Pure hates.

Sosial media jadi lahan subur untuk kembali melpopukerkan kata ini, ditambah ancaman pembunuhan ke tokoh lain tanpa beban. Personally saya merubah makna kafir menjadi “orang yang menemukan Tuhan nya sendiri”. Dan jangan bete kalau Tuhan mereka lebih baik menurut mereka. So, no… it’s not a bad thing. Finding God is never a bad thing. #KontemplasiJumat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s