Athirah, nilai seorang istri.

Seandainya sebulan sekali ada film yang mengangkat tentang budaya indonesia satu persatu, saya cukup yakin 10 tahun belum tentu cukup. Saya mengapresiasi usaha Ale Sihasale dan Nia yang bekerja keras membuat film2 indonesia timur. Setelah Kisah tiga dara versi baru mengusung Flores, kali ini Riri Riza dan Mira Lesmana dibawah Miles production mengusung sebuah film tentang kisah ibunda Jusuf Kalla, orang nomer 2 di Indonesia.

Mini synopsis :

Sebuah perjalanan seorang istri bernama Athirah (cut mini), yang setia menemani sang suami sejak pindah dari area krisis di Bone menuju Makassar,  membangun usaha keluarga, mendukung karir politik suami, sekaligus menjadi ibu 3 orang anak di dalam keluarga Bugis. Praktek poligami yang populer di Sulawesi Tenggara pada tahun 50 an, digambarkan melalui pahitnya menjadi istri tua yang tidak adil oleh sang suami, bersama Ucu; panggilan kecil Yusuf Kalla, Sang ibu membangun usahanya memajukan industri sarung ulat sutra di sulawesi. Sebuah kerja keras yang menyelamatkan keluarganya dari Hiperinflasi di indonesia tahun 60 an. 

Not just talk the talk, but Walk the Walk

Di tengah sibuknya postingan internet yang preachy dengan modal ayat menjadi contoh paling benar, tanpa pembuktian aksi menjadikan film ini semacam oasis buat saya. Sebuah film yang cukup lambat, kelam, dan sedih mengajarkan ber-positif menghadapi hidup. Sosok Athirah yang dimainkan secara solid oleh cut mini ini berhasil menggambarkan kesedihan akibat poligami pada sebuah rumah tangga. Bukannya curhat, menye menye bersedih ria, atau selfie dengan nangis2, Athirah memilih tetap setia menjadi istri, dan dedikasi luar biasa menjadi ibu yang kuat, sekaligus menjadi entrepreneur yang mandiri. Film yang minim dialog dan cukup lambat ini bisa jadi media meditasi yg tepat di bioskop. Lelaki harus nonton film ini, mari merasa, para istri bawa suami kalian, ibu2 ajak anak2 laki-laki kalian, ajarkan kebaikan tanpa kata2. Kebaikan nggak cuma ada di timeline.

Tips : pastikan nonton film ini tidak dalam keadaan lapar. Karena banyak banget shot shot makanan khas makassar yg dijamin bikin nguras air ludah, dan tersiksa asam lambung.

8 out of 10* #ShortReview #MovieJunky #FilmIndonesia

“Kamu jangan pulang malam-malam, agar tidak berkurang nilaimu sebagai suami di mata istri” #MovieQuote 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s