​Path berbayar? Atau timeline beriklan? 

Official sudah. Akhirnya Social media favorite di indonesia sudah menjual lapaknya buat kita yang ingin jejualan lewat internet. Menyusul instagram yang belum setahun menyediakan boost post dan iklan yang menarik ditambah harga yang murah. Sayangnya terobosan ini malah menjadikan visitor instagram jadi pelit “loves” karena fenomena ini.
Mini survey membuktikan kalau netizen menjadi sangat picky dan super-ogah mengeklik iklan, atau bahkan Postingan berbau iklan. Coba lihat standart iklan di facebook yang hanya memperbolehkan tulisan tidak lebih dari 30% total layout. Atau coba tengok google yang sudah melepas background highlights kuning muda pada iklan berbayar di search engine. Pasang iklan di media cetak dan tv? Suka suka guweee, kan gue bayar – kata advertisers.

Kita lihat, apa yang akan terjadi dengan consumer behavior para path-ers. Berapa harga iklan dan bagaimana hitungan key performance indicators nya. Bukan salah Path klo akhirnya dagang iklan, kamu sih gak mau beli versi premium, atau beli filter :-p

Sayangnya…
Path tidak menyediakan feature love atau repath, kita cuma bisa click link. Padahal user recommendation dan Worth of Mouth masih jadi tool paling powerful buat buka dagangan. Gagal WOR – Worth of Repath.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s