Tiga Dara

Tiga Dara (1956)
By Usmar Ismail

Asekkkkkk! Punya temen baru buat diajak nonton film indonesia. Rare kind, as excited as you catch rare pokemon. Sayapun menembus macet dan hujan demi kembali menonton film musical pertama yg saya tonton jaman SD dulu, jauh sebelum Sounds of music menjadi legendaris. Film yang perfikiran lebih modern bahkan di jaman modern saat ini. Saat kopyah hitam hanya simbol budaya, bikini dan kebaya berbaur dalam lagu “tamasya”. Indahnya Indonesia di tahun 50 an.

Mini synopsis :
Menceritakan tiga saudari; Nunung (Chitra Dewi) gadis tertua yang klasik, Nana (Mieke Wijaya) yang modern dalam bergaul, dan Neni (Indriati Iskak) si bungsu yang usil. Karena masalah pria, persaudaraan hampir terpecah. Mampu kah sang nenek yang kolot dan si Ayah yang kelewat “woles” berhasil dalam misi perjodohannya? Isu yang belum berubah bahkan dari 60 tahun yang lalu, sepertinya masih akan sama 60 tahun ke depan.

Harus diakui hasil restorasi film tiga dara ini patut dihargai. Gambar hitam putihnya yang minim grain jadi lebih bisa dinikmati. Saund yang naik turun bisa dimaklumi mengingat film ini berusia 60 tahun, tentunya tanpa mengurangi kualitas dialognya. Sangat comedic, entertaining, dan segar ditonton saat ini. Chemistry yg sangat pas ditambah lighting yg juara jelas film ini tetap menjadi film indonesia terfavorit saya.

“Laki-laki itu selalu salah!” – #MovieQuote by Nunung.

tiga-dara-restorasi

9 out of 10* #ShortReview #MovieJunky #FilmIndonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s